SEKILAS INFO
: - Senin, 25-10-2021
  • 4 bulan yang lalu / Selamat Datang Di Website Resmi SMP Negeri 1 Kupang

SEJARAH SINGKAT SMP NEGERI 1 KUPANG

 

SMP Negeri 1 Kupang yang saat ini beralamat di Jalan Prof. Dr. W.Z. Johannes No 30, Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo Kota Kupang memiliki sejarah yang panjang, berliku dan unik.

Sekolah ini dirunut bercikal bakal dari sekolah menengah pertama di Kota Kupang bernama MULO (Inheemse Meer Uitgebried Lager Onderwijs) yang berdiri pada tahun 1945. Lembaga baru ini sungguh bernuansa Belanda. Bahasa Belanda menjadi bahasa pengantar di sekolah. Lama pendidikan empat tahun. Tempatnya saat itu di desa Oetona – sebelah barat Kota Kupang.

Meski demikian, MULO berdiri atas inisatif tokoh-tokoh pribumi. Mereka adalah Meneer E.D. Johannes, Meneer Benjamin Sahetapy Engels, Meneer Hendrik J. Kainama, Meneer Christofel Ndaumanu, Meneer Mackery. Sebagai inisiator dan pendiri, mereka juga terjun langsung sebagai pendidik dan pengajarnya. Bahkan mereka pula yang memimpinnya. Tercatat, direktur pertama adalah Meneer E.D. Johannes, (1945-1946), Meneer Bejamin Sahetapy Engels (1946-1947), Meneer W.A.L van Doorenmalen (1947-1951).

Sekurang-kurangnya ada dua alasan utama pendirian MULO di Kupang saat itu. Pertama, membantu para siswa yang hendak melanjutkan pendidikannya. Sebelumnya, para siswa dari provinsi Sunda Kecil (kini Nusa Tenggara) harus melanjutkannya ke Makasar, Ambon atau Jawa. Kedua, membantu para siswa pribumi melanjutkan pendidikannya. Saat itu kaum pribumi masih dihalangi oleh pemerintah kolonial Belanda. Penerapan lanjut dari alasan ini adalah dibuat pembagian kelas berbahasa Belanda dan kelas berbahasa Indonesia.

Nama MULO berakhir pada tahun 1947 dan berubah menjadi Middlebare School (MS) di bawah pimpinan Meneer W.A.L van Doorenmalen. Dua tahun kemudian, 1949, Middlebare School dibagi menjadi dua yakni Middlebare School yang menggunakan Bahasa Belanda dan Sekolah Menengah yang menggunakan Bahasa Indonesia. Lama pendidikan pun berubah menjadi tiga tahun. Sekolah baru dengan dua kelas berbeda seperti ini juga sudah bergeser tempatnya dari Oetona ke Airnona. Alasan pergeseran adalah konsentrasi masyarakat yang semakin padat ke Airnona hingga Kuanino dan mayoritas pengajar bermukim di daerah ini. Di samping itu lingkungannya lebih sejuk, teduh dan tenang.

Setahun kemudian, 1950, Sekolah Menengah yang berbahasa Indonesia diubah namanya menjadi SMP Negeri Kupang. Dokumen arsip sekolah tahun 1954 menyatakan : pertama, dalam Berita Acara Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah dari M.C. Radja Haba kepada N.D. Dillak, disebutkan nama lembaga itu adalah SMP Negeri Kupang. Kedua, cap sekolah menyebutkan nama lembaga itu SMP Negeri 219 Kupang. Pada waktu itu, SMP Negeri Kupang merupakan satu-satunya sekolah menengah di Kota Kupang..

Perkembangan penduduk Kota Kupang terus bertambah pesat. Konsentrasi pemukiman semakin bergeser ke arah timur meliputi Kampung Baru, Merdeka, Oeba, hingga Pasir Panjang. Perkembangan ini mengikutsertakan pula konsentrasi anak-anak usia sekolah yang semakin banyak bertempat tinggal jauh dari lokasi sekolah di Airnona. Sementara itu sarana transportasi sangat kurang, bahkan tidak ada. Semua mobilisasi ditempuh dengan berjalan kaki. Para siswa pun harus berjalan kaki ke lokasi sekolah di Airnona.

Melihat kondisi ini, Bapak S.K. Tibuludji, seorang tokoh, pejuang dan pemerhati pendidikan yang sedang memegang jabatan sebagai Ketua Yayasan Pembangunan Gedung Sekolah Kupang, memprakarsai pembangunan gedung sekolah di Kampung Baru. Pembangunan dimulai tahun 1957. Setahun kemudian, 1958, gedung itu mulai digunakan secara resmi.

Sekolah yang baru ini lebih dikenal dengan nama SMP Negeri Gotong Royong. Nama ini disesuaikan dengan nama jalan di depan gedung itu. (Kini sudah berganti nama menjadi Jl. Prof.W.Z. Johanes). Sekolah ini tidak bisa berdiri sendiri. Ia bersatus filial dari sekolah induk, SMP Negeri Kupang di Airnona. Alasannya adalah kekurangan tenaga pengajar (guru). Banyak guru berkebangsaan Belanda mulai meninggalkan Kupang, kembali ke tanah asal. Guru-guru pribumi belum banyak jumlahnya.

Masa afiliasi (sekolah induk dan sekolah cabang) berakhir pada tahun 1978 setelah berlangsung selama dua puluh tahun, terhitung mulai tahun 1958. Saat itu pimpinan sekolah dijabat oleh Bapak Dominggus Zadrack Dupe, BA. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0298/O/1978 tanggal 13 September 1978, kedua sekolah ini, dipisahkan secara definitif dan memiliki nomen klatur masing-masing. Sekolah induk ditetapkan sebagai SMP Negeri III Kupang, sementara sekolah filial Gotong Royong ditetapkan sebagai SMP Negeri I Kupang. Setahun kemudian, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 10723/C/79, Bapak Aloysius Welem Logo, BA ditetapkan sebagai Kepala SMP Negeri 3 Kupang. Tanggal 21 Agustus 1979 dilaksanakan serah terima jabatan dari Bapak D.Z. Dupe, BA sebagai kepala SMP Negeri I Kupang kepada Bapak Aloysius Welem Logo, BA sebagai kepada SMP Negeri III Kupang sebagaimana tertuang dalam Naskah Serah Terima.

SMP Gotong Royong di awal tahun berdiri hanya memiliki lima ruangan yang dibangun oleh Bapak S.K. Tiboeloedji, BA. Seiring bertambahnya jumlah siswa, juga dibangun ruangan-ruangan yang baru. Menurut data denah sekolah yang dikirim ke Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, pada tahun 1982 sekolah ini sudah memiliki 18 buah ruangan kelas, 1 ruang kepala sekolahm 1 ruang guru, 1 ruang Tata Usaha, 1 ruang Laboratorium IPA, 1 ruang Bimbingan Counceling, 1 ruang gudang dan 2 ruang toilet.

Bangunan SMP Negeri I Kupang mulai didesain pembangunannya tahun dari tahun 1992 hingga tahun 1997. Pembangunannya melalui empat tahapan. Tahap 1 tahun 1992 – 1993, tahap 2 tahun 1993 – 1994, tahap 3 tahun 1995 – 1996, dan tahap 4 tahun 1996 – 1997. Semua gedung dibangun dua lantai.

Berikut ini adalah data ruangan-ruangan yang ada di SMP Negeri 1 Kupang.

No Nama Ruangan Jumlah
1 Ruang Kepala Sekolah 1
2 Ruang Tata Usaha 1
3 Ruang Wakil Kepala Sekolah 2
4 Ruang Kelas 33
5 Ruang Perpustakaan 1
6 Ruang Guru 2
7 Ruang Laboratorium IPA 2
8 Ruang Dapodik 1
9 Ruang Laboratorium Komputer 2
10 Ruang Bimbingan Counceling 1
11 Ruang Musholla 1
12 Ruang UKS 1
13 Ruang Toilet 13
14 Ruang Gudang 3

Dalam keseluruhan perjalanan sejarahnya, SMP Negeri 1 Kupang sudah dipimpin oleh 21 orang kepala sekolah. Berikut ini data kepala sekolah dan masa kepemimpinannya di lembaga SMP Negeri 1 Kupang.

No Nama Kepala Sekolah Masa Jabatan Nama Lembaga
1 E. D. Johannes 1945 – 1946 MULO
2 Benyamin Sahetapy Engel 1946 – 1947 MULO
3 W.A.L. van Doorenmalen 1947 – 1951 Middlebare School / Sekolah Menengah
4 N. J. Namensma 1951 Middlebare School / Sekolah Menengah
5 M. C. Radja Haba 1951 – 1954 SMP Negeri Kupang
6 N. D. Dillak, BA 1954 – 1959 SMP Negeri Kupang
7 A. Z. Nomleni, BA 1959 – 1967 SMP Negeri 1 Kupang
8 M. Turman Silalahi, BA 1967 – 1976 SMP Negeri 1 Kupang
9 D. Z. Dupe, BA 1976 – 1982 SMP Negeri 1 Kupang
10 W. E. Bora, BA 1982 – 1987 SMP Negeri 1 Kupang
11 G. J. Koamesah – Rondo 1987 – 1992 SMP Negeri 1 Kupang
12 Dra. Maghtel M. Pello – Ala 1992 – 1999 SMP Negeri 1 Kupang
13 Martin Ph. Hermanoes 1999 – 2000 SMP Negeri 1 Kupang
14 Pata Tanggela, BA 2000 – 2003 SMP Negeri 1 Kupang
15 Osias Alfred Hilly, BSc 2003 – 2004 SMP Negeri 1 Kupang
16 Sufitje M. Toha – Maakh 2004 – 2006 SMP Negeri 1 Kupang
17 Isakh Koroh, S.Pd 2006 – 2008 SMP Negeri 1 Kupang
18 Hendrik Adu, S.Pd 2008 – 2012 SMP Negeri 1 Kupang
19 Thimotius M. Selly, S.Pd,SH,MM 2012 – 2017 SMP Negeri 1 Kupang
20 Yuliana M.A. Manalor, S.Pd 2017 – 2019 SMP Negeri 1 Kupang
21 Margarice Ratu, S.Pd 2019 – kini SMP Negeri 1 Kupang

 

Demikian sejarah singkat lembaga SMP Negeri 1 Kupang. Jika dihitung dari tahun awal berdirinya MULO, maka lembaga ini kini sudah berusia 76 tahun. Namun jika dihitung dari tahun berdirinya Sekolah Menengah, maka ia kini berusia  74 tahun.

 

Alamat Sekolah

Pengumuman

PENGUMUMAN MPLS SMPN1 KUPANG TP. 2021/2022

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2021/2022

PEMBERITAHUAN PENGEMBALIAN BUKU PAKET DAN TABLET ADVAN TAB7

Agenda