SEKILAS INFO
: - Kamis, 09-12-2021
  • 5 bulan yang lalu / Selamat Datang Di Website Resmi SMP Negeri 1 Kupang
Diterjang Siklon Seroja, SMPN 1 Kupang Rehab Atap

Diterjang Siklon Seroja, SMPN 1 Kupang Rehab Atap

Hujan deras melanda Kota Kupang beberapa hari berturut-turut, seakan menghantar ke puncak, hujan disertai angin kencang memporak-porandakan Kota Kupang sekitar pukul 02.00 dini hari di tanggal 4 April. Badai Siklon Seroja menerjang. Yang menghalangi jalannya, ia eksekusi. Pohon-pohon besar dan kecil berjatuhan menghalangi jalan, memutuskan kabel jaringan listrik PLN, memutuskan kabel jaringan internet telkomsel, menghancurkan rumah dan kendaraan di sekitarnya. Banyak rumah hancur, terutama rumah-rumah non permanen. Ada yang jatuh terjerembab rata tanah. Banyak rumah semi permanen bahkan yang permanen sekalipun, tinggal tembok berdiri tanpa atap. Seng dicabut dan diterbangkan. Rangka baja ringan digulung dan harus diganti total. Siklon Seroja sungguh dahsyat.
SMP Negeri 1 Kupang termasuk korbannya. Pohon mahoni yang sudah puluhan tahun usianya di belakang pos satpam depan pintu gerbang sekolah, tumbang menghancurkan atap gapura beserta kantor Satpam di dekatnya. Kini gapura itu berdiri tanpa atap dan pos satpam hilang tinggal bekas fondasi dasarnya.
Sementara itu gedung utama berlantai dua yang panjangnya kurang lebih 52 meter tinggal kerangka kayu tanpa atap seng. Semua seng tercabut dan berhamburan di halaman tengah. Seiring dengan itu, palfond pun ikut jatuh setelah direndam air hujan beberapa jam lamanya. Ruangan-ruangan di lantai dua gedung utama itu rusak parah dan tak dapat digunakan untuk sementara waktu. Ada ruang Musholla, Ruang Laboratorium Fisika, Ruang Perpustakaan hingga Ruang Inventaris barang-barang. Patut dimaklumi karena gedung itu terkategori cukup tua, 29 tahun usianya. Gedung itu dibangun pada tahun 1992 dan belum pernah direhab. Banyak seng yang sudah keropos dimakan karat. Demikian juga paku-paku seng dan sebagian batang kayu.
Akibatnya banyak buku perpustakaan basah terendam air. Yang selamat adalah buku-buku yang tersimpan di dalam lemari. Kursi meja di ruang beserta peralatan praktikum laboratorium fisika juga rusak. Umumnya yang selamat adalah semua peralatan dan buku-buku yang tersimpan di dalam lemari. Untuk sementara, barang-barang tersebut diungsikan ke ruang-ruang kelas terdekat di lantai dua yang tidak rusak dihantam Seroja. Bukan hanya ruangan di lantai dua, tetapi juga ruangan di lantai satu. Air hujan yang tergenang, meresap dan menetes ke lantai satu. Ruang Tata Usaha di lantai satu serta ruang dapodik di sampingnya turut terendam air.
Kehancuran yang terjadi dengan akibat kerusakan fasilitas dari lantai dua hingga ke lantai satu mendorong sekolah bersikap dan bertindak. Hujan deras dan banjir hebat yang melanda Pulau Flores di pertengahan bulan September 2021, mendesak sekolah untuk lebih cepat bergerak. Awan mendung yang kerap bergerak di angkasa Kota Kupang menumbuhkan kepanikan yang semakin meningkat. Ongkos bisa semakin besar untuk mengganti fasilitas yang hancur bila hujan datang tercurah.

Rehab atap gedung utama dimulai Jumat, 24 September 2021. Rangka atap dibersihkan dan dibereskan. Kayu-kayu yang tidak layak pakai diganti baru. Semua rangka kayu diperiksa dengan saksama. Ada tujuh personalia tukang yang mengeksekusi. Mereka naik turun dengan sangat hati-hati. Maklum mereka bekerja di ketinggian lebih dari 20 meter.
Pemasangan seng berlangsung selama lima hari, dimulai hari Senin, 27 hingga 30 September 2021. Memang membutuhkan waktu lama oleh karena terik matahari di siang hari yang sungguh amat menyengat. Suhu di Kota Kupang pada bulan-bulan seperti ini bisa mencapai 370C. Para tukang bergerak di pagi dan senja hari. Ketika mentari baru menyembul memancar cahayanya yang masih terasa lembut menghangatkan, mereka sudah beraksi di ketinggian. Mereka bertahan hingga waktu menjelang pukul 10.00 hingga pukul 11.00 siang. Dan mereka baru mulai beraksi lagi pukul 15.00 hingga mentari menjelang hilang cahayanya di senja hari.
Kini, atap gedung itu sudah kembali pulih. Ruangan-ruangan di lantai 2 sudah selamat dari terjangan panas dan hujan. Akan tetapi rehab hanya sebatas pemasangan seng. Plafond tidak turut direhab. Plafond hanya dibongkar karena memang sudah tidak layak lagi. Untuk sementara, ruangan-ruangan itu tanpa plafond.
Meski ruang perpustakaan alternatif bersifat darurat, namun pelayanan tetap prima. Para pegawai perpustakaan tetap melayani para siswa dan guru dengan penuh semangat. Demikian pun ruangan inventaris barang-barang tetap melayani kebutuhan para civitas sekolah yang membutuhkan bantuannya. Prinsipnya, standar pelayanan bukan terutama ditentukan oleh kualitas ruangan tetapi terutama semangat melayani dalam kebersamaan.

Viva SMP Negeri 1 Kupang. (Yustin Darmo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Alamat Sekolah

Pengumuman

PENGUMUMAN MPLS SMPN1 KUPANG TP. 2021/2022

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2021/2022

PEMBERITAHUAN PENGEMBALIAN BUKU PAKET DAN TABLET ADVAN TAB7

Agenda